Edukasi

Kenapa Usaha Tani Perlu SOP dan Target Supaya Bisa Berkembang

Admin

14 Februari 2026

Kenapa Usaha Tani Perlu SOP dan Target Supaya Bisa Berkembang

Banyak Usaha Tani Jalan, Tapi Tidak Tumbuh

Kalau kita lihat di lapangan, banyak usaha tani yang sebenarnya sudah berjalan lama. Produksi ada. Panen ada. Penjualan ada.

Tapi pertanyaannya satu:

Apakah benar-benar tumbuh?

Banyak usaha bertahun-tahun hasilnya stabil, tapi tidak naik. Tidak berkembang. Tidak punya arah jelas.

Masalahnya sering bukan di lahan. Bukan di cuaca. Tapi di sistem.

Tanpa Sistem, Semua Serba Kira-Kira

Coba perhatikan.

  • Berapa target produksi per bulan?
  • Berapa batas maksimal biaya?
  • Berapa margin yang ingin dicapai?
  • Berapa pembeli baru yang harus didapat?

Kalau jawabannya masih “kira-kira”, berarti usaha masih berjalan tanpa arah jelas.

Di dunia bisnis, ada yang namanya SOP dan KPI. Kedengarannya berat. Tapi sebenarnya konsepnya sederhana.

SOP itu aturan kerja supaya semua rapi.

 KPI itu target supaya ada arah.

Tanpa dua hal ini, usaha gampang stagnan.

SOP Itu Bukan Buat Ribet

Banyak orang mengira SOP hanya cocok untuk perusahaan besar.

Padahal SOP itu bisa sesederhana:

  • Jam kerja jelas
  • Alur panen jelas
  • Cara penyimpanan jelas
  • Cara jual jelas
  • Semua dicatat

Dengan SOP, pekerjaan tidak tergantung satu orang saja. Kalau ada yang tidak masuk, sistem tetap jalan.

Dalam usaha pertanian, SOP bisa mencakup:

  • Cara tanam dan jarak tanam
  • Jadwal pemupukan
  • Proses panen
  • Proses penyimpanan
  • Prosedur penjualan

Kalau semua tertulis dan konsisten, kualitas lebih terjaga.

Target Itu Bukan Tekanan, Tapi Arah

Target sering dianggap beban.

Padahal target itu cuma alat ukur.

Misalnya:

  • Target produksi 300 kg per bulan
  • Target rendemen minimal 1%
  • Target buyer baru 10 per bulan
  • Target margin minimal sekian

Dengan target, kita tahu apakah usaha membaik atau tidak.

Tanpa target, usaha bisa berjalan 5 tahun tanpa sadar sebenarnya tidak berkembang.

Petani Juga Bisa Punya Sistem

Tidak harus langsung kompleks.

Mulai dari:

  • Catat produksi harian
  • Catat input dan output
  • Catat penjualan
  • Evaluasi tiap bulan

Kalau sudah terbiasa, sistem bisa berkembang pelan-pelan.

Usaha tani yang punya sistem biasanya:

  • Lebih siap saat mau ekspansi
  • Lebih siap menghadapi audit
  • Lebih dipercaya buyer
  • Lebih mudah mencari investor

Karena semua berbasis data, bukan cerita.

Sistem + Market = Usaha Lebih Kuat

Sekarang pertanian tidak bisa hanya andalkan produksi.

Harus ada:

  • Sistem kerja yang rapi
  • Target pertumbuhan
  • Akses pasar

Platform digital seperti e-Panen membantu petani mulai membangun sistem itu.

Lewat aplikasi, petani bisa:

  • Mencatat transaksi dan hasil
  • Menjual hasil panen langsung
  • Mengakses pembeli lebih luas
  • Belajar lewat kursus dan workshop
  • Mendapat insight pengelolaan usaha

Artinya bukan cuma tanam dan jual, tapi mulai mengelola usaha dengan arah yang jelas.

Saatnya Usaha Tani Tidak Jalan Sendiri

Kalau ingin usaha tani tidak sekadar bertahan, tapi benar-benar naik level, mulai bangun sistem dari sekarang.

  • Mulai dari SOP sederhana.
  • Mulai dari target kecil.
  • Mulai dari pencatatan.

Dan manfaatkan platform yang memang dirancang untuk membantu petani berkembang.

Download dan daftar di aplikasi e-Panen untuk mulai membangun sistem usaha yang lebih rapi, memperluas pasar, dan belajar bagaimana mengembangkan usaha tani dengan cara yang lebih terukur.

Karena usaha tanpa arah akan cepat lelah.

Tapi usaha dengan sistem akan lebih tahan lama.