Insight

Komoditas Paling Dicari Saat Ramadhan dan Kenapa Permintaannya Meledak, Sobat Tani Perlu Siap!

Admin

26 Februari 2026

Komoditas Paling Dicari Saat Ramadhan dan Kenapa Permintaannya Meledak, Sobat Tani Perlu Siap!

Komoditas Paling Dicari Saat Ramadhan

Sobat Tani, Ramadhan selalu membawa perubahan besar di pasar pangan. Permintaan naik, pola belanja berubah, dan beberapa komoditas tiba-tiba jadi rebutan.

Pertanyaannya, komoditas apa saja yang paling dicari saat Ramadhan?

Jawabannya ada pada bahan pokok yang mendukung menu sahur dan berbuka. Permintaan melonjak karena konsumsi rumah tangga dan usaha kuliner meningkat bersamaan.

Kalau Sobat Tani bisa membaca pola ini, peluang margin lebih besar terbuka lebar.

Komoditas dengan Permintaan Tinggi Selama Ramadhan

1. Cabai dan Bumbu Dapur

Cabai hampir selalu jadi komoditas primadona saat Ramadhan.

Kenapa?

  • Konsumsi sambal meningkat
  • Pedagang makanan butuh stok besar
  • Menu berbuka cenderung lebih variatif

Saat permintaan naik cepat dan supply belum merata, harga cabai biasanya ikut terdorong.

2. Bawang Merah dan Putih

Bawang adalah komponen utama hampir semua masakan.

Lonjakan terjadi karena:

  • Masakan rumah tangga lebih intens
  • Produksi makanan skala UMKM meningkat
  • Permintaan stabil sepanjang bulan

Ini komoditas yang pergerakan harganya sensitif terhadap distribusi.

3. Sayuran Daun Segar

Sayur seperti sawi, bayam, kangkung, dan selada mengalami kenaikan permintaan karena:

  • Konsumsi makanan sehat meningkat
  • Restoran dan katering aktif
  • Pasar tradisional lebih ramai

Sayuran segar sangat bergantung pada kecepatan distribusi.

4. Telur dan Ayam

Produk peternakan juga naik signifikan.

Kebutuhan untuk:

  • Takjil
  • Lauk sahur
  • Industri roti dan kue

Permintaan melonjak dalam waktu singkat menjelang awal puasa dan menjelang Lebaran.

Kenapa Permintaan Bisa Meledak dalam Waktu Singkat?

Sobat Tani, lonjakan ini terjadi karena faktor psikologis dan kebiasaan konsumsi.

Perubahan Pola Belanja

Menjelang Ramadhan:

  • Masyarakat belanja lebih banyak
  • Ada kecenderungan stok berlebih
  • Pelaku usaha kuliner menambah volume produksi

Permintaan tidak naik bertahap. Ia melonjak dalam waktu singkat.

Distribusi Tidak Selalu Siap

Ketika supply dari berbagai daerah datang bersamaan, harga bisa stabil.

Tapi jika distribusi terlambat atau pasokan belum masuk, harga bisa naik tajam.

Di sinilah pentingnya sistem distribusi yang terhubung lintas wilayah.

Dampak bagi Sobat Tani

Kalau membaca tren dengan benar, Ramadhan bisa menjadi periode margin terbaik dalam setahun.

Tapi jika tidak siap, yang terjadi justru:

  • Panen datang setelah harga turun
  • Produk menumpuk di pasar lokal
  • Margin kembali tipis

Permintaan tinggi tidak otomatis berarti keuntungan tinggi. Strategi tetap menentukan hasil.

Strategi Mengambil Peluang Ramadhan

Sobat Tani, agar tidak kehilangan momentum, lakukan beberapa langkah berikut:

Analisis Jadwal Panen

Pastikan estimasi waktu panen mendekati periode permintaan puncak.

Amankan Jaringan Buyer

Jangan hanya mengandalkan satu pembeli. Cari alternatif:

  • Pedagang besar
  • Distributor kota
  • Pelaku usaha kuliner
  • Retail modern

Semakin luas jaringan, semakin stabil harga jual.

Gunakan Akses Digital untuk Perluas Pasar

Di era digital agribisnis, memperluas akses pasar bisa dilakukan tanpa harus menunggu perantara.

Dengan sistem digital, Sobat Tani bisa:

  • Menawarkan hasil panen lebih cepat
  • Mendapatkan buyer dari wilayah berbeda
  • Mengurangi tekanan harga di pasar lokal

Ini bukan soal ikut tren. Ini soal memperkuat posisi tawar.

Market Opportunity Insight: Ramadhan Adalah Ujian Akses Pasar

Pasar Indonesia sangat besar. Permintaan pangan saat Ramadhan meningkat signifikan.

Masalahnya bukan kurang pembeli, tapi keterhubungan antara petani dan buyer.

Jika satu wilayah kelebihan supply sementara wilayah lain kekurangan, harga jadi tidak seimbang.

Sobat Tani yang memiliki akses pasar lebih luas cenderung lebih stabil secara margin dibanding yang hanya bergantung pada satu jalur distribusi.

Peran e-Panen dalam Momentum Ramadhan

Untuk membantu petani memperluas akses pasar, e-Panen hadir sebagai jembatan antara hasil panen dan pembeli.

Melalui https://panen.digital/, Sobat Tani bisa:

  • Menjual hasil panen ke buyer lebih luas
  • Mendapatkan peluang distribusi lintas wilayah
  • Mengurangi ketergantungan pada satu tengkulak
  • Mengikuti workshop dan edukasi usaha tani

Di bulan Ramadhan, ketika permintaan sedang aktif, akses pasar yang luas bisa menjadi pembeda besar dalam keuntungan.

Kesimpulan

Komoditas seperti cabai, bawang, sayuran segar, dan telur menjadi paling dicari saat Ramadhan karena perubahan pola konsumsi dan lonjakan permintaan.

Sobat Tani yang siap dengan strategi distribusi dan akses buyer lebih luas memiliki peluang margin lebih besar.

Jangan hanya fokus pada produksi. Perkuat akses pasar.

Kunjungi https://panen.digital/, daftar sekarang, dan manfaatkan momentum Ramadhan untuk menjual hasil panen lebih strategis dan menguntungkan.